Rabu, 10 Desember 2008

NEGERI KITA FREN......

Indonesia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Indonesia, lihat Indonesia (disambiguasi)
RI beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat RI (disambiguasi).
Republik Indonesia
Indonesia

(Bendera) (Lambang)

Motto: Bhinneka Tunggal Ika
(Bahasa Jawa (Kuna): "Berbeda-beda tetapi tetap Satu")
Ideologi: Pancasila
Lagu kebangsaan: Indonesia Raya

Ibu kota Jakarta
Kota terbesar Jakarta
Bahasa resmi Bahasa Indonesia
Pemerintahan
Presiden
Wakil Presiden Republik presidensiil
Susilo Bambang Yudhoyono
Jusuf Kalla
Kemerdekaan
- Diproklamasikan
- Diakui
- Kedaulatan RIS
- Kembali ke RI dari Belanda
17 Agustus 1945
17 Agustus 1945
27 Desember 1949
17 Agustus 1950
Wilayah
- Total
- Air (%)
1.904.556 km² (ke-15)
4,85%
Penduduk
- Perk. Juli 2007
- Sensus 2000
- Kepadatan
234.693.997 jiwa (ke-4)
206.264.595 jiwa
123,23 jiwa/km² (ke-84)
PDB (PPP)
- Total
- Per kapita perk. 2007
US$1.038 miliar[1] (ke-15)
US$4.356[2] (ke-114)
PDB (nominal)
- Total
- Per kapita perk. 2007
US$408 miliar[1]
US$1.812[2]
IPM (2004) 0,711 (menengah) (ke-108)
Mata uang Rupiah (Rp) (IDR)
Zona waktu WIB, WITA, WIT (UTC+7, +8, +9)
TLD internet .id
Kode telepon +62
lihat • bicara • sunting

Sejak abad ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan sampai ke Afrika. Berkas: relief kapal di candi Borobudur, k. 800 M.Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, terletak di garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006,[3] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di pulau Papua dan dengan Timor Leste di pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah sekitar 350 tahun penjajahan Belanda, Indonesia menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi besar dan wilayah yang padat, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Daftar isi [sembunyikan]
1 Etimologi
2 Sejarah
3 Politik dan pemerintahan
4 Pembagian administratif
5 Geografi
6 Ekonomi
7 Peringkat internasional
8 Demografi
9 Budaya
10 Lihat pula
11 Catatan kaki
12 Pranala luar



Etimologi
Sejarah nama Indonesia Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "India" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "pulau".[4] Jadi, kata Indonesia berarti wilayah India kepulauan, atau kepulauan yang berada di India, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat.[5] Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan India atau Kepulauan Melayu".[6] Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India.[7] Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 oleh novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).[8]

Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkaran akademik diluar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik.[9] Adolf Bastian dari Universitas Berlin mempopulerkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang mengunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers-bureau di tahun 1913.[5]


Sejarah
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Indonesia
Lihat juga: Sejarah Nusantara
Peninggalan fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki "Manusia Jawa", menimbulkan dugaaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu.[10] Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan.[11] Kondisi tempat yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi setidaknya sejak abad ke-8 SM,[12] menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, telah menjadi jalur pelayaran antara India dan China selama beberapa abad.[13] Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.[14]

Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Sumatra dan Jawa sejak abad ke-7 hingga abad ke-14. Sriwijaya muncul di abad ke-7 sebagai kerajaan maritim yang perkasa dengan kekuasaannya mengontrol perdagangan di Selat Malaka dan sekitarnya.[15] Antara abad ke-8 dan ke-10, wangsa-wangsa Syailendra dan Sanjaya berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur dan candi Prambanan. Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut "Zaman Keemasan" dalam sejarah Indonesia.[16]

Kedatangan pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui Gujarat, India, kemudian membawa agama Islam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga pernah menyinggahi wilayah ini pada awal abad ke-15.[17]

Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan kecil yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis). Pada masa itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi imperialisme lama yang dikenal sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel.[18] Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.


Johannes van den Bosch, pencetus CultuurstelselDi bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika,[19] yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia-Belanda.

Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.

Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia; setelah perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, kelompok pimpinan Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.

Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal sebagai 'aksi polisi' (Politionele Actie).[20] Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949 setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutamanya Amerika Serikat. Soekarno menjadi presiden pertama Indonesia dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden.

Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti gerakan non-blok pada awalnya dan kemudian dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Cina dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia ("Konfrontasi"),[21] dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional berdasarkan paham sosialis-komunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.


Sukarno, presiden pertama IndonesiaJenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu kondisi fisik Soekarno kini sendiri makin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya. 32 tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama.

Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata, di Indonesia. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom-ekonom lulusan departemen ekonomi Universitas California, Berkeley, yang dipanggil "Mafia Berkeley".[22] Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.

Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia[23] diadakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah sedang berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan, yaitu Aceh dan Papua. Timor Timur akhirnya resmi memisahkan diri pada tahun 2002 setelah 24 tahun bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste.

Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantam pantai Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan.


Politik dan pemerintahan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Politik di Indonesia
Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) yang terdiri dari dua badan yaitu DPR yang anggota-anggotanya terdiri dari wakil-wakil Partai Politik dan DPD yang anggota-anggotanya mewakili provinsi yang ada di Indonesia. Setiap daerah diwakili oleh 4 orang yang dipilih langsung oleh rakyat di daerahnya masing-masing.


Gedung MPR-DPR.
Istana Negara, bagian dari Istana Kepresidenan Jakarta.Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) adalah lembaga tertinggi negara. Namun setelah amandemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi. Keanggotaan MPR berubah setelah Amandeman UUD 1945 pada periode 1999-2004. Seluruh anggota MPR adalah anggota DPR, ditambah dengan anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah).[24] Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik dalam masa jabatan lima tahun. Sejak 2004, MPR adalah sebuah parlemen bikameral, setelah terciptanya DPD sebagai kamar kedua. Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan. MPR saat ini diketuai oleh Hidayat Nur Wahid. Anggota MPR saat terdiri dari 550 anggota DPR dan 128 anggota DPD. DPR saat ini diketuai oleh Agung Laksono, sedangkan DPD saat ini diketuai oleh Ginandjar Kartasasmita.

Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidensiil sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk sejumlah pemimpin Partai Politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh Menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).

Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap dipertahankan. Ketua MA saat ini Prof Dr Bagir Manan mendapat banyak kritik dari berbagai pihak sehubungan dengan kelemahan MA dalam menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia. Namun dalam Pemilihan Ketua MA tahun 2006, Bagir tetap mendapat suara mayoritas dari para hakim agung.


Pembagian administratif
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar provinsi Indonesia

Peta provinsi di IndonesiaIndonesia saat ini terdiri dalam 33 provinsi, lima di antaranya daerah istimewa. Tiap provinsi memiliki badan legislatur dan gubernur. Provinsi dibagi menjadi kabupaten dan kota, yang dibagi lagi menjadi kecamatan dan lagi menjadi kelurahan dan desa.

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, D.I. Yogyakarta, Papua, dan Papua Barat memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi yang lebih tinggi dari pemerintahan pusat daripada provinsi lainnya. Contohnya, pemerintahan Nanggroe Aceh Darussalam memiliki hak untuk membentuk sistem legal sendiri; pada tahun 2003, Aceh mula menetapkan hukum Syariah.[25] Yogyakarta mendapatkan status Daerah Khusus sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama Revolusi Indonesia.[26] Provinsi Papua, sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus tahun 2001.[27] Jakarta adalah daerah khusus ibukota negara. Timor Portugis digabungkan ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi Timor Timur pada 1979–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste.[28]

Provinsi di Indonesia dan ibukotanya
Sumatra

Nanggroe Aceh Darussalam - Banda Aceh
Sumatra Utara - Medan
Sumatra Barat - Padang
Riau - Pekanbaru
Kepulauan Riau - Tanjung Pinang
Jambi - Jambi
Sumatra Selatan - Palembang
Kepulauan Bangka Belitung - Pangkal Pinang
Bengkulu - Bengkulu
Lampung - Bandar Lampung
Jawa

Daerah Khusus Ibukota Jakarta - Jakarta
Banten - Serang
Jawa Barat - Bandung
Jawa Tengah - Semarang
Daerah Istimewa Yogyakarta - Yogyakarta
Jawa Timur - Surabaya
Kepulauan Sunda Kecil

Bali - Denpasar
Nusa Tenggara Barat - Mataram
Nusa Tenggara Timur - Kupang
Kalimantan

Kalimantan Barat - Pontianak
Kalimantan Tengah - Palangkaraya
Kalimantan Selatan - Banjarmasin
Kalimantan Timur - Samarinda
Sulawesi

Sulawesi Utara - Manado
Gorontalo - Gorontalo
Sulawesi Tengah - Palu
Sulawesi Barat - Mamuju
Sulawesi Selatan - Makassar
Sulawesi Tenggara - Kendari
Maluku

Maluku - Ambon
Maluku Utara - Ternate
Papua

Papua Barat - Manokwari
Papua - Jayapura



Geografi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Geografi Indonesia
. Lihat juga: Peta Asia, dan jumlah pulau di Indonesia)

Peta IndonesiaIndonesia memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, sekitar 6000 di antaranya tidak berpenghuni[29], yang menyebar disekitar khatulistiwa, yang memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BB - 141°45'BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.

Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatra dengan luas 473.606 km², Kalimantan dengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km². Batas wilayah Indonesia searah penjuru mata angin, yaitu:

Utara : Negara Malaysia, Singapura, Filipina, dan Laut China Selatan
Selatan : Negara Australia, Timor Leste, dan Samudera Hindia
Barat : Samudera Hindia
Timur : Negara Papua Nugini, Timor Leste, dan Samudera Pasifik
Lokasi Indonesia juga terletak di lempeng tektonik, yang berarti Indonesia rawan terkena gempa bumi dan dapat menimbulkan tsunami.[30] Indonesia juga banyak memiliki gunung berapi[31], salah satu yang sangat terkenal adalah gunung Krakatau, terletak di selat Sunda antara pulau Sumatra dan Jawa.


Ekonomi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ekonomi Indonesia

Monumen Nasional.
Protes melawan IMF, organisasi yang terlibat dalam proses pemulihan ekonomi Indonesia, di Jakarta.Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.

Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara.[32]

Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadualan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing.[32] Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981.[32] Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali,[32] selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997[33] Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu,[34] yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.

Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut.[35] Namun demikian, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam mempengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%.[36][37] Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$2 per hari.[38]

Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet.[39] Sektor jasa adalah penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%.[40] Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%.[41]

Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.

Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan. Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007.[42]

Bank sentral Indonesia yaitu Bank Indonesia.


Peringkat internasional
Organisasi Nama Survey Peringkat
Heritage Foundation/The Wall Street Journal Indeks Kebebasan Ekonomi 110 dari 157[43]
The Economist Indeks Kualitas Hidup 71 dari 111[44]
Reporters Without Borders Indeks Kebebasan Pers 103 dari 168[45]
Transparency International Indeks Persepsi Korupsi 143 dari 179[46]
United Nations Development Programme Indeks Pembangunan Manusia 108 dari 177[47]
Forum Ekonomi Dunia Laporan Daya Saing Global 51 dari 122[48]


Demografi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Demografi Indonesia
Menurut sensus penduduk 2000, Indonesia memiliki populasi sekitar 206 juta,[49] dan diperkirakan pada tahun 2006 berpenduduk 222 juta.[3] 130 juta (lebih dari 50%) tinggal di Pulau Jawa yang merupakan pulau berpenduduk terbanyak sekaligus pulau dimana ibukota Jakarta berada.[50] Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah bangsa Melayu,[51] dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak.

Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya adalah etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke nusantara dengan jalur perdagangan sejak abad ke 8 SM dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi etnis Tionghoa.[51] Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.

Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.[39] Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.[52]

Kebanyakan penduduk Indonesia bertutur dalam bahasa daerah sebagai bahasa ibu, namun bahasa resmi Indonesia, bahasa Indonesia, diajarkan di seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan dikuasai oleh hampir seluruh penduduk Indonesia.


Budaya
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Budaya Indonesia

Lukisan Candi Prambanan yang berasal dari masa pemerintahan Raffles.
Wayang kulit warisan budaya Jawa.Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Cina, dan Eropa, termasuklah kebudayaan sendiri yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda. Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatra seperti tari Ratéb Meuseukat dan tari Seudati dari Nanggroe Aceh Darussalam.

Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.

Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik meliputi Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, Pandeglang, Garut, Tasikmalaya dan juga Pekalongan. Kerajinan batik ini pun diklaim oleh Malaysia dengan industri batiknya.[53] Busana asli Indonesia dari Sabang sampai Merauke lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di setiap daerah antara lain baju kurung dengan songketnya dari Sumatra Barat (Minangkabau), kain ulos dari Sumatra Utara (Batak), busana kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju bodo dari Sulawesi Selatan, busana berkoteka dari Papua dan sebagainya.

Pengaruh yang paling dominan dalam arsitektur Indonesia adalah arsitektur India; namun terdapat pula pengaruh dari arsitektur Tiongkok, Arab, dan Eropa.

Olahraga yang paling populer di Indonesia adalah badminton dan sepak bola; Liga Indonesia adalah liga klub sepak bola utama di Indonesia. Olahraga tradisional termasuk sepak takraw dan karapan sapi di Madura. Di wilayah dengan sejarah perang antar suku, kontes pertarungan diadakan, seperti caci di Flores, dan pasola di Sumba. Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya. Olahraga di Indonesia biasanya berorientasi pada pria dan olahraga spektator sering berhubungan dengan judi yang ilegal di Indonesia.[54] Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke.

Setiap provinsi di Indonesia memiliki musik tradisional dengan ciri khasnya tersendiri. Musik tradisional termasuk juga keroncong yang berasal dari keturunan Portugis di daerah Tugu, Jakarta,[55] yang dikenal oleh semua rakyat Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. Ada juga musik yang merakyat di Indonesia yang dikenal dengan nama dangdut yang dipengaruhi oleh musik Arab, India, dan Melayu.

Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula dari alat musik tradisional Indonesia 'dicuri' oleh negara lain[56] untuk kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak cipta seni budaya dari Indonesia. Alat musik tradisional Indonesia antara lain meliputi:

Angklung
Bende
Calung
Dermenan
Gamelan
Gandang Tabuik
Gendang Bali
Gendang Karo
Gendang Melayu
Gong Kemada
Gong Lambus
Jidor
Kecapi Suling
Kendang Jawa
Kenong
Kulintang
Rebab
Rebana
Saluang
Saron
Sasando
Serunai
Seurune Kale
Suling Lembang
Suling Sunda
Talempong
Tanggetong
Tifa, dan sebagainya


Beberapa makanan Indonesia: soto ayam, sate kerang, telor pindang, perkedel dan es teh manis.Masakan Indonesia bervariasi bergantung pada wilayahnya.[57] Nasi adalah makanan pokok dan dihidangkan dengan lauk daging dan sayur. Bumbu (terutama cabai), santan, ikan dan ayam adalah bahan yang penting.[58] Popularitas industri film Indonesia memuncak pada tahun 1980-an dan mendominasi bioskop di Indonesia,[59] meskipun kepopulerannya berkurang pada awal tahun 1990-an.[60] Antara tahun 2000 hingga 2005, jumlah film Indonesia yang dirilis setiap tahun meningkat.[59]

Bukti tulisan tertua di Indonesia adalah berbagai prasasti berbahasa Sanskerta pada abad ke-5 Masehi. Figur penting dalam sastra modern Indonesia termasuk: pengarang Belanda Multatuli yang mengkritik perlakuan Belanda terhadap Indonesia selama zaman penjajahan Belanda; Muhammad Yamin dan Hamka yang merupakan penulis dan politikus pra-kemerdekaan;[61] dan Pramoedya Ananta Toer, pembuat novel Indonesia yang paling terkenal.[62] Banyak orang Indonesia memiliki tradisi lisan yang kuat, yang membantu mendefinisikan dan memelihara identitas budaya mereka.[63] Kebebasan pers di Indonesia meningkat setelah berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto. Stasiun televisi termasuk sepuluh stasiun televisi swasta nasional, dan jaringan daerah yang bersaing dengan stasiun televisi negeri TVRI. Stasiun radio swasta menyiarkan berita mereka dan program penyiaran asing. Dilaporkan terdapat 20 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007.[64] Penggunaan internet terbatas pada minoritas populasi, diperkirakan sekitar 8.5%.


Lihat pula
[tampilkan]l • d • sTopik Indonesia
Sejarah Nusantara
Prasejarah · Kerajaan Hindu-Buddha · Kerajaan Islam · Era Portugis · Era VOC · Era Belanda · Era Jepang
Sejarah Indonesia
Proklamasi · Masa transisi · Orde Lama · Orde Lama:Demokrasi Terpimpin · Gerakan 30 September · Orde Baru · Gerakan 1998 · Reformasi · Sejarah nama Indonesia
Geografi
Pulau · Danau & Waduk · Gunung · Gunung berapi · Taman nasional · Sungai · Fauna · Flora
Pemerintahan
Administratif · Provinsi · Kota & Kabupaten · Hubungan luar negeri · Kepolisian · Militer · Hukum · Badan dan Komisi
Politik
Partai politik · Presiden · Wakil Presiden · Kabinet · Pemilu
Ekonomi
Perusahaan · Pariwisata · Transportasi · Pasar modal · Bank · BUMN
Demografi
Suku · Bahasa · Agama · Nama Indonesia
Budaya
Arsitektur · Seni · Film · Makanan · Tari · Mitologi · Pendidikan · Sastra · Media · Musik · Hari penting · Olahraga · Busana Daerah
Topik lainnya
Bandar udara · Tokoh · A - Z · Telekomunikasi · Bunga · Tanda Kehormatan · Kode Telepon · Pembangkit Listrik · Televisi Nasional · Televisi Regional
Portal Indonesia


Catatan kaki
^ a b Report for Selected Countries and Subjects (GDP). World Economic Outlook Database, April 2007. International Monetary Fund. URL diakses pada 9 Agustus 2008
^ a b International Monetary Fund (April 2006). Estimate World Economic Outlook Database. Rilis pers. URL diakses pada 5 Oktober.
^ a b Indonesian Central Statistics Bureau (1 September 2006). Tingkat Kemiskinan di Indonesia Tahun 2005–2006 (PDF) (in Indonesian). Rilis pers. URL diakses pada 2006-09-26.
^ Tomascik, T; Mah, J.A., Nontji, A., Moosa, M.K. (1996). The Ecology of the Indonesian Seas - Part One. Hong Kong: Periplus Editions Ltd.. ISBN 962-593-078-7.
^ a b Anshory, Irfan, "Asal Usul Nama Indonesia", Pikiran Rakyat, 2004-08-16. Diakses pada 2006-10-05.
^ Earl, George S. W. (1850). "On The Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations". Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): p.119.
^ Logan, James Richardson (1850). "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders". Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): hal. 4:252–347.; Earl, George S. W. (1850). "On The Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations". Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): pp. 254, 277–278.
^ Justus M. van der Kroef (1951). "The Term Indonesia: Its Origin and Usage". Journal of the American Oriental Society 71 (3): 166–171. DOI:10.2307/595186.
^ Jusuf M. van der Kroef (1951). "The Term Indonesia: Its Origin and Usage". Journal of the American Oriental Society 71 (3): 166–171. DOI:10.2307/595186.
^ Pope (1988). "Recent advances in far eastern paleoanthropology". Annual Review of Anthropology 17: 43–77. DOI:10.1146/annurev.an.17.100188.000355. cited in Whitten, T; Soeriaatmadja, R. E., Suraya A. A. (1996). The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd, 309–312.; Pope, G (August 15, 1983). "Evidence on the Age of the Asian Hominidae". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America 80 (16): 4,988–4992. DOI:10.1073/pnas.80.16.4988. cited in Whitten, T; Soeriaatmadja, R. E., Suraya A. A. (1996). The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd, 309.; de Vos, J.P., P.Y. Sondaar, (9 December 1994). "Dating hominid sites in Indonesia" (PDF). Science Magazine 266 (16): 4,988–4992. DOI:10.1126/science.7992059. cited in Whitten, T; Soeriaatmadja, R. E., Suraya A. A. (1996). The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd, 309.
^ Taylor (2003), hal. 5–7
^ Taylor, Jean Gelman. Indonesia. New Haven and London: Yale University Press, pp.8–9. ISBN 0-300-10518-5.
^ Taylor, Jean Gelman. Indonesia. New Haven and London: Yale University Press, hal.15–18. ISBN 0-300-10518-5.
^ Taylor (2003), hal. 3, 9, 10–11, 13, 14–15, 18–20, 22–23; Vickers (2005), hal. 18–20, 60, 133–134
^ Taylor (2003), hal. 22–26; Ricklefs (1991), hal. 3
^ Peter Lewis (1982). "The next great empire". Futures 14 (1): 47–61. DOI:10.1016/0016-3287(82)90071-4.
^ *Kong Yuanzhi, Muslim Tionghoa Cheng Ho, Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara. Penyunting: HM. Hembing Wijayakusuma. Pustaka Populer Obor, Oktober 2000, xliv + 299 halaman
^ Wright, Louis B. (1970). Gold, Glory, and the Gospel: The Adventurous Lives and Times of the Renaissance Explorers. New York: Atheneum.
^ Ricklefs, M.C. (1991). A History of Modern Indonesia since c.1300. London: MacMillan, p.151. ISBN 0-33-579690-X.
^ ZWEERS, L. (1995). Agressi II: Operatie Kraai. De vergeten beelden van de tweede politionele actie. Den Haag: SDU uitgevers.
^ van der Bijl, Nick. Confrontation, The War with Indonesia 1962—1966, (London, 2007) ISBN 978-1-84415-595-8
^ Wibowo, Sigit, Sjarifuddin. Ekonomi Indonesia Gagal karena Mafia Berkeley, Harian Umum Sore Sinar Harapan. Copyright © Sinar Harapan 2003. Diakses: Selasa, 6 Agustus 2008.
^ Laporan dari Carter Center, halaman 30, baris 5. The Carter Center 2004 Indonesia Election Report (PDF). Rilis pers. URL diakses pada 29 Juli 2008.
^ Majelis Permusyawaratan Rakyat. Amandemen Ketiga Undang-Undang Dasar 1945 (PDF). Diakses pada 13 Desember 2006.
^ Michelle Ann Miller (2004). "The Nanggroe Aceh Darussalam law: a serious response to Acehnese separatism?". Asian Ethnicity 5 (3): 333–351. DOI:10.1080/1463136042000259789.
^ Dewan Perwakilan Rakyat (1999). Chapter XIV Other Provisions, Art. 122; Indonesia Law No. 5/1974 Concerning Basic Principles on Administration in the RegionPDF (146 KiB) (versi terjemahan). Presiden Indonesia (1974). Chapter VII Transitional Provisions, Art. 91
^ Dursin, Richel; Kafil Yamin, "Another Fine Mess in Papua", Editorial, The Jakarta Post, 2004-11-18. Diakses pada 2006-10-05.; "Papua Chronology Confusing Signals from Jakarta", The Jakarta Post, 2004-11-18. Diakses pada 2006-10-05.
^ Burr, W.; Evans, M.L. Ford and Kissinger Gave Green Light to Indonesia's Invasion of East Timor, 1975: New Documents Detail Conversations with Suharto. National Security Archive Electronic Briefing Book No. 62. National Security Archive, The George Washington University, Washington, DC. URL diakses pada 17 September 2006
^ International Monetary Fund. Estimate World Economic Outlook Database. Rilis pers. URL diakses pada 2006-10-05.; Indonesia Regions. Indonesia Business Directory. URL diakses pada 24 April 2007
^ The Human Toll. UN Office of the Special Envoy for Tsunami Recovery. United Nations. URL diakses pada 25 Maret 2007
^ Volcanoes of Indonesia. Global Volcanism Program. Smithsonian Institution. URL diakses pada 25 Maret 2007
^ a b c d Schwarz, A. (1994). A Nation in Waiting: Indonesia in the 1990s. Westview Press. ISBN 1-86373-635-2, hal. 52–57.
^ (2006). Indonesia: Country Brief. Indonesia:Key Development Data & Statistics. The World Bank.
^ (14 September 2006)"Poverty in Indonesia: Always with them". The Economist. URL diakses pada 2006-12-26.
^ Indonesia: Forecast. Country Briefings. The Economist.
^ Indonesian Central Statistics Bureau (2 December 2008). Beberapa Indikator Penting Mengenai Indonesia (PDF) (in Indonesian). Rilis pers. URL diakses pada 2008-03-18.
^ Ridwan Max Sijabat. "Unemployment still blighting the Indonesian landscape", The Jakarta Post, 23 March 2007.
^ World Bank. Making the New Indonesia Work for the Poor - Overview (PDF). Rilis pers. URL diakses pada 2006-12-26.
^ a b Indonesia - The World Factbook.
^ Official Statistics and its Development in Indonesia. (PDF) Sub Committee on Statistics: First Session 18–20 February, 2004. Economic and Social Commission for Asia & the Pacific.
^ Indonesia at a Glance. (PDF) Indonsia Development Indicators and Data. World Bank.
^ (2007). Corruption Perceptions Index. Transparency International. URL diakses pada 28 September 2007
^ Index of Economic Freedom. The Heritage Foundation & The Wall Street Journal. URL diakses pada 1 Juli 2008
^ The Economist Intelligence Unit’s Quality-of-Life Index. (PDF) The Economist. URL diakses pada 12 September 2007
^ Worldwide Press Freedom Index 2006. (PDF) Reporters Without Borders. URL diakses pada 1 Juli 2008
^ cpi 2007 table. Transparency International. URL diakses pada 1 Juli 2008
^ Human Development Reports: Indonesia. United Nations Development Programme. URL diakses pada 1 Juli 2008
^ Global Competitiveness Index rankings and 2006–2007 comparisons. (PDF) World Economic Forum. URL diakses pada 1 Juli 2008
^ Indonesian Central Statistics Bureau (30 June 2000). 2000 Population Statistics. Rilis pers. URL diakses pada 2006-10-05.
^ Calder, Joshua Most Populous Islands. World Island Information. URL diakses pada 26 September 2006
^ a b (2008-05-16). "Country Profile 2008: Indonesia" (pdf). Economist Intelligence Unit. Retrieved on 2008-07-31.
^ Yang, Heriyanto (August 2005). "The History and Legal Position of Confucianism in Post Independence Indonesia" (PDF). Religion 10 (1): 8. URL diakses pada 2006-10-02.
^ "PENGERAJIN BATIK TAK PERLU RESAH", Majalah Hukum & HAM Online, 30 September 2007. Diakses pada 14 Agustus 2008.
^ Witton, Patrick (2003). Indonesia. Melbourne: Lonely Planet, hal.103. ISBN1-74059-154-2.
^ "Kampung Tugu, Menyimpan Kenangan Sejarah", Kompas, Rabu, 28 April 2004. Diakses pada 14 Agustus 2008.
^ Radhar Panca Dahana. "Perspektif: Mencuri Klaim, Itu Biasa", Gatra.Com, Kamis, 6 Desember 2007. Diakses pada 14 Agustus 2008.
^ Witton, Patrick (2002). World Food: Indonesia. Melbourne: Lonely Planet. ISBN 1-74059-009-0.
^ Brissendon, Rosemary (2003). South East Asian Food. Melbourne: Hardie Grant Books. ISBN 1-74066-013-7.
^ a b Kristianto, JB, "Sepuluh Tahun Terakhir Perfilman Indonesia", Kompas, 2005-07-02. Diakses pada 2006-10-05.
^ (id) Kondisi Perfilman di Indonesia (The State of The Film Industry in Indonesia). Panton. URL diakses pada 5 Oktober 2006
^ Taylor (2003), halaman 299–301
^ Vickers (2005) halaman 3 to 7; Friend (2003), halaman 74, 180
^ Czermak, Karen; Philippe DeLanghe, Wei Weng "Preserving Intangible Cultural Heritage in Indonesia". (PDF) SIL International. URL diakses pada 4 Juli 2007
^ (2006). Internet World Stats. Asia Internet Usage, Population Statistics and Information. Miniwatts Marketing Group. URL diakses pada 13 Agustus 2007

Pranala luar
Portal Indonesia
Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai:
Indonesia Lihat panduan wisata Indonesia di Wikitravel

(id) Situs resmi
(id) Info-RI - Portal Informasi Nasional
(id) Kantor Berita Antara
[tampilkan]l • d • sTopik Indonesia
Sejarah Nusantara
Prasejarah · Kerajaan Hindu-Buddha · Kerajaan Islam · Era Portugis · Era VOC · Era Belanda · Era Jepang
Sejarah Indonesia
Proklamasi · Masa transisi · Orde Lama · Orde Lama:Demokrasi Terpimpin · Gerakan 30 September · Orde Baru · Gerakan 1998 · Reformasi · Sejarah nama Indonesia
Geografi
Pulau · Danau & Waduk · Gunung · Gunung berapi · Taman nasional · Sungai · Fauna · Flora
Pemerintahan
Administratif · Provinsi · Kota & Kabupaten · Hubungan luar negeri · Kepolisian · Militer · Hukum · Badan dan Komisi
Politik
Partai politik · Presiden · Wakil Presiden · Kabinet · Pemilu
Ekonomi
Perusahaan · Pariwisata · Transportasi · Pasar modal · Bank · BUMN
Demografi
Suku · Bahasa · Agama · Nama Indonesia
Budaya
Arsitektur · Seni · Film · Makanan · Tari · Mitologi · Pendidikan · Sastra · Media · Musik · Hari penting · Olahraga · Busana Daerah
Topik lainnya
Bandar udara · Tokoh · A - Z · Telekomunikasi · Bunga · Tanda Kehormatan · Kode Telepon · Pembangkit Listrik · Televisi Nasional · Televisi Regional
Portal Indonesia

[sembunyikan] Lokal geografis
LAELA KAMILAH SOS3

yuk berburu beasiswa.....

Yuk Berburu Beasiswa

December 2008
2 yang bercuap Labels: pendidikan
Aku pernah membeca sebuah buku, yang aku lupa judulnya, bahwa penulis tersebut mendapat gelar sarjana, bahkan S2 dan S3 bisa dibilang tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun.
Itu semua dia dapatkan dengan beasiswa pendidikan yang diperolehnya.

Dalam buku itu disebutkan pula bahwa mencari beasiswa itu semakin awal, maka peluang mendapatkannya pun semakin besar.
Nah..., berhubung sekitar enam bulan lagi akan ada penerimaan mahasiswa baru, aku pun juga mulai mencari informasi tentag siapa saja yang bersedia memberi beasiswa S1



Pencarian informasi ini tidak sebatas hanya dengan datang kepada sebuah instansi atau perusahaan yang mau memberi beasiswa penuh atau dalam bentuk program ikatan dinas.
Berapalah jumlah pendonasi yang bisa kita jaring bila memakai cara konvensional ini?

Salah satu cara paling efektif adalah mencarinya melalui jaringan internet. Banyak site yang menyediakan info beasiswa. Salah satu site penyedia info beasiswa terbaru itu adalah site yang bernama beasiswaS1.com

Banyak informasi yang kita peroleh dari sana. Selain informasi beasiswa dari dalam negeri, kita juga bisa memperoleh informasi beasiswa yang berasal dari luar negeri.
Tentu ini akan sangat berguna bagi mereka yang sedng memnidik universitas luar sebagai tujuan belajarnya. Juga akan sangat berguna bagi para pendulang devisa yang memiliki jam kerja yang sedikit longgar dan mau meningkatkan pendidikannya.

Selain itu, karena memang site yang dikelola oleh Cosa Aranda Network ini memberi informasi beasiswa dari luar negeri, site ini juga memberi petunjuk umum untuk kuliah di luar negeri.
Ini tentunya sangat pewrlu kita ketahui bila telah memutuskan untuk kuliah di negeri orang.

Banyak hal memang yang harus kita ketahui sebelum benar-benar melangkah lebih jauh. Diantaranya engenai negara tujuan, universitas tujuan dan masih banyak yang lainnya. Semua itu diulas secara rinci oleh site yang mulai menawarkan jasanay pada bulan Maret ini.
Penasaran ada apa aja??? Yuk bareng bareng ke sana......

Menurut kamu berguna gak? Kalau ya, langganan aja via E-Mail. Klik disini


Lanjukan membaca mengenai “Yuk Berburu Beasiswa”
Links to this post

apa y?

berbeda. Konon, saat berpikir, otak lebih dikerahkan untuk mengolah data atau informasi. Sedangkan saat mengingat, otak difungsikan untuk mengambil data yang pernah terekam dikepala, betul?

Ya... kira-kira begitulah bunyinya. Lalu, apa hubungan ingatan, pikiran, sama memory komputer? Ada, tentu saja ada. Kalau processor bisa kita anggap sebagai pemikir, maka memory bisa kita anggap sebagai pengingat. Yup, keduanya memang memiliki hubungan yang erat. Keduanya bekerja sama. Yang satu, tidak bisa dipisahkan dari yang lain.

Itu artinya, secanggih, secepat, dan sehebat apapun processor, tidak bisa berfungsi secara maksimal, bila tidak di dukung oleh memory. Coba kamu perhatikan orang yang bisa berpikir, tapi tidak bisa mengingat (hilang ingatan). Nah, begitu juga dengan proccessor. Agar bisa berfungsi dengan baik, dia membutuhkan memory.

Di dalam system komputer, memory dibutuhkan oleh processor sebagai tempat untuk mengambil dan menampung data dan program. Mungkin karena itulah, banyak orang yang jadi bingung, lalu menyamakan memory dengan hardisk. Padahal keduanya beda. Baik secara fisik, maupun fungsinya. Baik secara defacto, maupun dejuro.

Hardisk, memang digunakan untuk menyimpan maupun mengambil data dan program. Tapi, sifatnya lebih permanen. Yang artinya, data atau program itu akan tetap ada, walau komputer di reset atau dimatikan. Kacawali kalo data atau program itu dihapus (di delete), baik dengan sengaja ataupun kecelakaan.

Tidak seperti hardisk, semua data dan program yang ada di memory, akan segera hilang begitu komputer di reset atau dimatikan. Karena sifatnya itulah, memory disebut sebagai tempat penyimpanan sementara (temporary).

Dengan sedikit bimbang, kemudian engkau bertanya, "Kalo emang hardisk juga bisa buat nyimpen dan ngambil data, lalu kenapa komputer masih membutuhkan memory? Apa itu bukan pemborosan namanya?"

Baik, kami coba untuk mencarikan alasannya. Begini bung, coba kita pake kata misalkan. Misalkan data atau program komputer itu kita anggap sebagai buku. Hardisk, kita anggap sebagai lemari atau rak buku. Lalu memory, kita umpamakan sebagai meja kerja, atau meja belajar mu.

Nah, sekarang coba bayangkan proses yang terjadi, saat kau hendak membaca atau bekerja dengan buku-buku tadi. Pertama, kau mengambil beberapa buku di lemari, lalu menaruhnya di meja, baru kemudian membaca atau mengerjakannya. Dan setelah selesai, buku-buku itu kau kembalikan ke lemari atau rak buku tadi, betul?

Sekarang, coba kau jawab, kenapa kau masih membutuhkan meja, padahal lemari juga bisa buat nyimpen buku. Nah, berarti pertanyaan mu tadi sudah terjawab, betul? Lemari, digunakan untuk menyimpan buku-buku yang tidak sedang digunakan. Sedangkan meja, digunakan untuk menampung buku-buku yang sedang dibutuhkan.

Cara kerja komputer juga mirip seperti itu. Saat hendak bekerja, terlebih dulu komputer akan mengumpulkan sejumlah data dari hardisk, lalu menaruhnya di memory. Dan saat sudah tidak diperlukan, data itu dikembalikan ke hardisk. Semakin besar daya tampungnya (memory dan hardisk), berarti semakin banyak data yang bisa disimpannya.

Sama seperti perangkat lain, untuk mengimbangi tuntutan jaman, memory juga terus berkembang. Baik dalam kapasitas, teknologi, maupun istilah-istilahnya. Memory komputer, dulunya biasa disebut RAM (Random Access Memory). Kenapa disebut RAM? Yup, karena data yang ada disana, bisa diambil atau diakses secara acak.

Seiring perkembangan komputer dan teknologi processor, definisi RAM juga ikut bergeser. Dari istilah RAM, kemudian kita mulai mengenal DRAM (Dinamic Random Accsess Memory). Yaitu jenis RAM yang bisa menyimpan data secara dinamis. Lalu ada juga yang disebut SRAM (Static Random Accsess Memory).

Dari situ, muncul istilah EDO RAM (Extended Data Out RAM). Kemudian ada lagi yang disebut dengan SDRAM (Synchronous DRAM). Masih belum puas, para produsen kemudian meluncurkan DDR SDRAM (Double Data Rate DRAM). Lalu muncul versi kedua, yaitu DDR2 SDRAM. Dan terakhir, RDRAM (Rambus DRAM).

Coba perhatikan gambar dibawah ini. Gambar dibawah ini menunjukkan beberapa contoh memory komputer.



Dan bukan cuma istilahnya saja yang berkembang. Untuk mengikuti perkembangan, bentuk dan bagaimana cara penempatan memory di motherboard juga ikut berkembang. Bentuk memory ini biasa disebut dengan modul.

Dual Inline Package (DIP), adalah modul memory yang pertama. Modul memory ini ditempatkan secara individual di motherboad. IBM XT dan AT, adalah tipe komputer yang pertama menggunakan modul memory ini.

Modul DIP kemudian dikembangkan menjadi Single Inline Memory Module (SIMM). Tidak seperti modul DIP, pada modul SIMM, semua chip memory ditempatkan pada satu board. Modul SIMM ini kemudian terbagi menjadi DIMM (Dual Inline Memory Modules) dan RIMM (Rambus Inline Memory Modules.)

Nah, segitu dulu perkenalan kita dengan memory komputer. Di episode-episode berikutnya, kita akan membahas lebih banyak lagi mengenai memory komputer, atau perangkat-perangkat komputer lainnya.


Posted by QJoe 0 comments

Labels: Komputer


Posting Lama Langgan: Entri (Atom)
Mengenal Memory Komputer
Laptop dari Generasi ke Generasi
Apa Itu Marketing?
Permission Marketing
Mengenal Wireless Network Adapter

Updates via FeedBlitz




Existing Wireless LAN Standards
Wireless LAN Configurations
Basic Architecture of a Wireless LAN
Wireless LAN Basic
Wireless Evolution

Updates via FeedBlitz

Your Alerts from ZDNet
Your Alerts from ZDNet
Your Alerts from ZDNet
Your Alerts from ZDNet
Think tank panel recommends that feds make major cybersecurity changes

Updates via FeedBlitz


Resources
How To Earn $5000+ Per Month From Your Blog


Unlocking Google's Hidden Potential

Berlangganan
Ingin dapat
info gratis
di email mu?
Tulis email
dibawah ini


By FeedBlitz
berbeda. Konon, saat berpikir, otak lebih dikerahkan untuk mengolah data atau informasi. Sedangkan saat mengingat, otak difungsikan untuk mengambil data yang pernah terekam dikepala, betul?

Ya... kira-kira begitulah bunyinya. Lalu, apa hubungan ingatan, pikiran, sama memory komputer? Ada, tentu saja ada. Kalau processor bisa kita anggap sebagai pemikir, maka memory bisa kita anggap sebagai pengingat. Yup, keduanya memang memiliki hubungan yang erat. Keduanya bekerja sama. Yang satu, tidak bisa dipisahkan dari yang lain.

Itu artinya, secanggih, secepat, dan sehebat apapun processor, tidak bisa berfungsi secara maksimal, bila tidak di dukung oleh memory. Coba kamu perhatikan orang yang bisa berpikir, tapi tidak bisa mengingat (hilang ingatan). Nah, begitu juga dengan proccessor. Agar bisa berfungsi dengan baik, dia membutuhkan memory.

Di dalam system komputer, memory dibutuhkan oleh processor sebagai tempat untuk mengambil dan menampung data dan program. Mungkin karena itulah, banyak orang yang jadi bingung, lalu menyamakan memory dengan hardisk. Padahal keduanya beda. Baik secara fisik, maupun fungsinya. Baik secara defacto, maupun dejuro.

Hardisk, memang digunakan untuk menyimpan maupun mengambil data dan program. Tapi, sifatnya lebih permanen. Yang artinya, data atau program itu akan tetap ada, walau komputer di reset atau dimatikan. Kacawali kalo data atau program itu dihapus (di delete), baik dengan sengaja ataupun kecelakaan.

Tidak seperti hardisk, semua data dan program yang ada di memory, akan segera hilang begitu komputer di reset atau dimatikan. Karena sifatnya itulah, memory disebut sebagai tempat penyimpanan sementara (temporary).

Dengan sedikit bimbang, kemudian engkau bertanya, "Kalo emang hardisk juga bisa buat nyimpen dan ngambil data, lalu kenapa komputer masih membutuhkan memory? Apa itu bukan pemborosan namanya?"

Baik, kami coba untuk mencarikan alasannya. Begini bung, coba kita pake kata misalkan. Misalkan data atau program komputer itu kita anggap sebagai buku. Hardisk, kita anggap sebagai lemari atau rak buku. Lalu memory, kita umpamakan sebagai meja kerja, atau meja belajar mu.

Nah, sekarang coba bayangkan proses yang terjadi, saat kau hendak membaca atau bekerja dengan buku-buku tadi. Pertama, kau mengambil beberapa buku di lemari, lalu menaruhnya di meja, baru kemudian membaca atau mengerjakannya. Dan setelah selesai, buku-buku itu kau kembalikan ke lemari atau rak buku tadi, betul?

Sekarang, coba kau jawab, kenapa kau masih membutuhkan meja, padahal lemari juga bisa buat nyimpen buku. Nah, berarti pertanyaan mu tadi sudah terjawab, betul? Lemari, digunakan untuk menyimpan buku-buku yang tidak sedang digunakan. Sedangkan meja, digunakan untuk menampung buku-buku yang sedang dibutuhkan.

Cara kerja komputer juga mirip seperti itu. Saat hendak bekerja, terlebih dulu komputer akan mengumpulkan sejumlah data dari hardisk, lalu menaruhnya di memory. Dan saat sudah tidak diperlukan, data itu dikembalikan ke hardisk. Semakin besar daya tampungnya (memory dan hardisk), berarti semakin banyak data yang bisa disimpannya.

Sama seperti perangkat lain, untuk mengimbangi tuntutan jaman, memory juga terus berkembang. Baik dalam kapasitas, teknologi, maupun istilah-istilahnya. Memory komputer, dulunya biasa disebut RAM (Random Access Memory). Kenapa disebut RAM? Yup, karena data yang ada disana, bisa diambil atau diakses secara acak.

Seiring perkembangan komputer dan teknologi processor, definisi RAM juga ikut bergeser. Dari istilah RAM, kemudian kita mulai mengenal DRAM (Dinamic Random Accsess Memory). Yaitu jenis RAM yang bisa menyimpan data secara dinamis. Lalu ada juga yang disebut SRAM (Static Random Accsess Memory).

Dari situ, muncul istilah EDO RAM (Extended Data Out RAM). Kemudian ada lagi yang disebut dengan SDRAM (Synchronous DRAM). Masih belum puas, para produsen kemudian meluncurkan DDR SDRAM (Double Data Rate DRAM). Lalu muncul versi kedua, yaitu DDR2 SDRAM. Dan terakhir, RDRAM (Rambus DRAM).

Coba perhatikan gambar dibawah ini. Gambar dibawah ini menunjukkan beberapa contoh memory komputer.



Dan bukan cuma istilahnya saja yang berkembang. Untuk mengikuti perkembangan, bentuk dan bagaimana cara penempatan memory di motherboard juga ikut berkembang. Bentuk memory ini biasa disebut dengan modul.

Dual Inline Package (DIP), adalah modul memory yang pertama. Modul memory ini ditempatkan secara individual di motherboad. IBM XT dan AT, adalah tipe komputer yang pertama menggunakan modul memory ini.

Modul DIP kemudian dikembangkan menjadi Single Inline Memory Module (SIMM). Tidak seperti modul DIP, pada modul SIMM, semua chip memory ditempatkan pada satu board. Modul SIMM ini kemudian terbagi menjadi DIMM (Dual Inline Memory Modules) dan RIMM (Rambus Inline Memory Modules.)

Nah, segitu dulu perkenalan kita dengan memory komputer. Di episode-episode berikutnya, kita akan membahas lebih banyak lagi mengenai memory komputer, atau perangkat-perangkat komputer lainnya.


Posted by QJoe 0 comments

Labels: Komputer


Posting Lama Langgan: Entri (Atom)
Mengenal Memory Komputer
Laptop dari Generasi ke Generasi
Apa Itu Marketing?
Permission Marketing
Mengenal Wireless Network Adapter

Updates via FeedBlitz



LEYLYA MAN SUKAMANAH

BELAJAR FREN.....

Cara Belajar Efektif

Cara belajar efektif ◄
Pengaturan jadwal belajar
Mengatur stres
Motivasi belajar
Berpikir yang cerdik
Menghindarkan Keraguan
Berpikir Kritis
Penyesuaian Pengambilan Keputusan
Pemecahan Masalah dan
Pengambilan Keputusan
They know enough who know how to learn
Henry Brooks Adams

Langkah-langkah belajar efektif adalah mengetahui
diri sendiri
kemampuan belajar anda
proces yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan
minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan
Anda mungkin belajar fisika dengan mudah tetapi tidak bisa belajar tenis, atau sebaliknya. Belajar apapun, adalah proces untuk mencapai tahap-tahap tertentu.

Empat langkah untuk belajar.
Mulai dengan cetak halaman ini dan jawab pertanyan-pertanyaannya. Lalu rencanakan strategi anda dari jawaban-jawabanmu, dan dengan "Pedoman Belajar" yang lain.

Mulai dengan masa lalu

Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah anda
What was your experience about how you learn? Did you

senang membaca? memecahkan masalah? menghafalkan? bercerita? menterjemah? berpidato?
mengetahui cara menringkas?
tanya dirimu sendiri tentang apa yang kamu pelajari?
meninjau kembali?
punya akses ke informasi dari banyak sumber?
menyukai ketenangan atau kelompok belajar?
memerlukan beberapa waktu belajar singkat atau satu yang panjang?
Apa kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik? terburuk?

Bagaimana anda berkomunikasi dengan apa yang anda ketahui belajar paling baik? Melalui ujian tertulis, naskah, atau wawancara?

Teruskanke masa sekarang
Berminatkah anda?
Berapa banyak waktu saya ingin gunakan untuk belajar?
Apa yang bersaing dengan perhatian saya?
Apakah keadaannya benar untuk meraih sukses?
Apa yang bisa saya kontrol, dan apa yang di luar kontrol saya?
Bisakah saya merubah kondisi ini menjadi sukses?

Apa yang mempengaruhi pembaktian anda terhadap pelajaran ini?

Apakah saya punya rencana? Apakah rencanaku mempertimbangkan pengalaman dan gaya belajar anda?

Pertimbangkan
proses,
persoalan utama
Apa judulnya?
Apa kunci kata yang menyolok?
Apakah saya mengerti?
Apakah yang telah saya ketahui?
Apakah saya mengetahui pelajaran sejenis lainnya?

Sumber-sumber dan informasi yang mana bisa membantu saya?
Apakah saya mengandalkan satu sumber saja (contoh, buku)?
Apakah saya perlu mencari sumber-sumber yang lain?

Sewaktu saya belajar, apakah saya tanya diri sendiri jika saya mengerti?
Sebaiknya saya mempercepat atau memperlambat?
Jika saya tidak mengerti, apakah saya tanya kenapa?

Apakah saya berhenti dan meringkas?
Apakah saya berhenti dan bertanya jika ini logis?
Apakah saya berhenti dan mengevaluasi (setuju/tidak setuju)?

Apakah saya membutuhkan waktu untuk berpikir dan kembali lagi?
Apakah saya perlu mendiskusi dengan "pelajar-pelajar" lain untuk proces informasin lebih lanjut?
Apakah saya perlu mencari "para ahli", guruku atau pustakawan atau ahliawan?

Buat
review Apakah kerjaan saya benar?
Apakah bisa saya kerjakan lebih baik?
Apakah rencana saya serupa dengan "diri sendiri"?
Apakah saya memilih kondisi yang benar?
Apakah saya meneruskannya; apakah saya disipline pada diri sendiri?

Apakah anda sukses?
Apakah anda merayakan kesuksesan anda?


Halaman ini digambarkan dari "metacognition", istilah yang diciptakan oleh Flavell (1976), dan disampaikan oleh banyak orang. Sumber-sumber tambahan telah dikembangkan oleh SNOW (Special Needs Opportunity Windows), suatu project yang menargetkan pada pendidik-pendidik bantuan.



--------------------------------------------------------------------------------

Web site “Pedoman dan Strategi Belajar” | Study Guides and Strategies ini dibuat dan direkayasa oleh Joe Landsberger sebagai layanan umum kependidikan. Panduan (pelajar) ini direkayasa secara kolaboratif melalui kelembagaan dan ikatan secara nasional, dan revisi terakhir 2007-12-06.

Izin untuk mengkopi, mengadopsi, mencetak, mengirim dan mendistribusikan Pedoman Studi ini diberikan secara cuma-cuma untuk tujuan pendidikan yang tidak komersial guna membantu para pelajar. Tanpa perlu menghubungi atau memohon ke Website.Perlu diperhatikan pedoman ini sering dimodifikasi dan dikembangan serta diperbaiki secara terus menerus. Dalam hal ini, jangan menggandakan isi melalui internet tanpa izin.

◄ Help build the Guides: donate through our secure Paypal account
► Additional strategies of support
leylya MAN SUKAMANAH professional and personal webpages

ujian woi.....

Sepuluh tips saat ujian


Membaca Secara Kritis
Membaca/Memahami esei
Kecepatan & pemahaman
Persiapan Menghadapi Ujian
Mengantisipasi Soal Ujian
Menyiapkan Makalah
Sepuluh tips saat ujian ◄
Ujian Benar/Salah

Ketika kamu melakukan ujian, kamu sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi kuliah, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Bila kamu ragu terhadap kejujuran ujian, atau kredibilitas ujian tersebut untuk menguji kemampuanmu, temuilah
dosen pembimbingmu.

Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian
terhadap perkembangan belajarmu.

Ada beberapa kondisi lingkungan,
termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.

Sepuluh tips untuk membantu kamu dalam mengerjakan ujian:

Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:

soal paling sulit
yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
memiliki nilai terkecil

Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.

Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.

Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.

Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.


--------------------------------------------------------------------------------

Web site “Pedoman dan Strategi Belajar” | Study Guides and Strategies ini dibuat dan direkayasa oleh Joe Landsberger sebagai layanan umum kependidikan. Panduan (pelajar) ini direkayasa secara kolaboratif melalui kelembagaan dan ikatan secara nasional, dan revisi terakhir 2007-12-06.

Izin untuk mengkopi, mengadopsi, mencetak, mengirim dan mendistribusikan Pedoman Studi ini diberikan secara cuma-cuma untuk tujuan pendidikan yang tidak komersial guna membantu para pelajar. Tanpa perlu menghubungi atau memohon ke Website.Perlu diperhatikan pedoman ini sering dimodifikasi dan dikembangan serta diperbaiki secara terus menerus. Dalam hal ini, jangan menggandakan isi melalui internet tanpa izin.

◄ Help build the Guides: donate through our secure Paypal account
► Additional strategies of support
LAELA professional and personal webpages

Selasa, 09 Desember 2008

Ada Apa dengan Tradisi "Ultah"?

Phuuuh! Lilin berbentuk angka 17 itu menyisakan asap tipis setelah ditiup Meta, sejurus kemudian terdengar gemuruh tepuk tangan tanda bahagia dari keluarga dan teman-temannya. Hari itu Meta genap berusia 17 tahun. Lagi lucu-lucunya, lagi lincah-lincahnya (kelinci kali?). Lagu "Happy Birthday" pun mengalun dengan jenis suara yang caur banget dari hadirin yang ikut menyaksikan pesta ultah Meta.

Terlihat mata Meta berbinar tanda suka. Dengan mengenakan gaun putih kayak Putri Salju, Meta menerima ucapan selamat dan kado dari teman-teman sekelasnya. Pestanya sendiri diadain di sebuah gedung pertemuan yang luasnya setengah lapangan sepakbola standar internasional. Walah, heboh bener ya?

Ultah, bagi Meta memiliki makna yang cukup dalam. Bukan saja karena berhasil menghirup udara sampai usia 17. Tapi sekaligus ingin menunjukkan bahwa dirinya pantas untuk dihargai dan dihormati. Maklum, penampilan dan gaya adalah nomor wahid bagi Meta. Dengan mengadakan pesta ultah, berarti emang doi pantas diperhitungkan. Siapa dulu dong bapaknya, ibunya, kakeknya, neneknya, lho?.?

Sobat muda muslim, Meta dan juga teman remaja lainnya, rasanya udah biasa ngadain pesta ultah. Bahkan mungkin semacam "kewajiban" yang kudu dibayar tunai. Itu sebabnya, kadang ada remaja yang maksain kudu ngadain pesta ultah, meski isi koceknya terbilang cekak abis. Biar tekor asal kesohor. Begitu kira-kira prinsipnya.

Ngeliat faktanya begitu, nggak salah-salah amat dong kalo kita bilang bahwa pesta ultah udah jadi semacam gaya hidup. Budaya tersebut telah menjadi trademark kehidupan remaja gaul. Pokoknya, remaja yang nggak ngadain pesta ultah, siap dicap sebagai remaja kuper dalam komunitas seperti itu. Sayangnya, ternyata banyak remaja yang tak siap dibilang kuper dan kampungan. Walhasil, banyak banget yang tergoda untuk melangsungkan pesta ultah.

Acaranya bisa beragam memang. Tentu bergantung kepada isi kocek yang punya hajat. Bagi yang cekak atau boleh dibilang mau ngirit, cukup bikin tumpeng dan ngundang teman seperlunya. Berdoa, dan makan-makan.

Selain itu, tradisi yang nggak kalah heboh, yakni suka ada yang jail. Biasanya, kalo kebetulan tahu ada teman yang ulang tahun pada hari tersebut, mereka biasanya bikin kejutan. Apalagi kejutannya kalo bukan ngejailin yang berultah. Misalnya dengan melemparkan telor ke kepalanya, pake telor busuk lagi. Udah gitu, masih ditambah dengan taburan tepung terigu. Jadinya? Kayak mau manggung di Ketoprak Humor-nya Mas Timbul.

Hmm.. begitulah gaya sebagian teman remaja. Mereka menjadikan hari kelahirannya diperingati dengan amat istimewa. Meski pada praktiknya lebih ke arah hura-hura belaka. Oke deh, terlepas dari itu semua, kamu nyadar nggak sih dengan apa yang telah kamu lakukan dengan menjadikan budaya tersebut sebagai tradisi? Yup, baru kepikiran deh. Nah, pertanyaannya begini, "dari mana asal mulanya budaya ulang tahun itu?" Kamu perlu tahu sobat.

Impor dari Eropa
Dalam catatan di Tabloid NOVA, 679/XIV, 4 Maret 2001, ternyata tradisi perayaan ulang tahun sudah ada di Eropa sejak berabad-abad silam. Orang-orang pada zaman itu percaya, jika seseorang berulang tahun, setan-setan berduyun-duyun mendatanginya. Nah, untuk melindunginya dari gangguan para makhluk jahat tersebut, keluarga dan kerabat pun diundang untuk menemani, sekaligus membacakan doa dan puji-pujian bagi yang berulang tahun. Pemberian kado atau bingkisan juga dipercaya akan menciptakan suasana gembira yang akan membuat para setan berpikir ulang ketika hendak mendatangi orang yang berulang tahun. Hmm.. ini memang warisan zaman kegelapan Eropa.

Sobat muda muslim, berdasarkan catatan tersebut, awalnya perayaan ulang tahun hanya diperuntukkan bagi para raja. Mungkin, karena itulah sampai sekarang di negara-negara Barat masih ada tradisi mengenakan mahkota dari kertas pada orang yang berulang tahun. Namun seiring dengan perubahan zaman, pesta ulang tahun juga dirayakan bagi orang biasa. Bahkan kini siapa saja bisa merayakan ulang tahun. Utamanya yang punya duit.

Kalo begitu, pesta ulang tahun itu bukan berasal dari ajaran Islam? Tepat sekali. Sebab, dalam Islam, tak pernah diajarkan untuk itu. Kalo pun kemudian ada teman remaja yang berargumen bahwa dengan diperingatinya Maulid Nabi, hal itu menjadi dalil kalo ulang tahun boleh juga dalam pandangan Islam. Wah, kamu jangan gegabah dulu dong. Hati-hati lho, jangan sampe apa yang kita lakukan justru dimurkai oleh Allah Swt. Naudzubillahi min dzalik.

Begini, mungkin sekilas kita coba ngejelasin kepada teman remaja yang berdalil demikian. Kamu tahu nggak sejarahnya perayaan Maulid Nabi? Well, yang pasti Rasulullah saw. sendiri tak pernah mengajarkan kepada kita melalui hadisnya. Nggak, nggak pernah. Dan jangan salah, Maulid Nabi, itu bukan untuk diperingati, tapi tadzkirah, alias peringatan. Maksudnya? Kalo kamu baca buku tarikh Islam, di situ ada catatan bahwa Sultan Sholahuddin al-Ayubi amat prihatin dengan kondisi umat Islam pada saat itu. Di mana bumi Palestina dirampas oleh Pasukan Salib Eropa. Sultan Sholahuddin menyadari bahwa umat ini lemah dan tidak berani melawan kekuatan Pasukan Salib Eropa yang berhasil menguasai Palestina, lebih karena mereka udah kena penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). Mereka bisa begitu karena mengabaikan salah satu ajaran Islam, yakni jihad. Bahkan ada di antara mereka yang nggak ngeh dengan perjuangan Rasulullah saw. dan para sahabatnya.

Nah, untuk menyadarkan kaum muslimin tentang pentingnya perjuangan, Sultan Shalahuddin menggagas ide tersebut, yakni tadzkirah terhadap Nabi, yang kemudian disebut-entah siapa yang memulainya-sebagai maulid nabi. Tujuan intinya mengenalkan kembali perjuangan Rasulullah dalam mengembangkan Islam ke seluruh dunia. Singkat cerita, kaum muslimin saat itu sadar dengan kelemahannya dan mencoba bangkit. Karuan aja, berkobarlah semangat jihad dalam jiwa kaum muslimin, dan bumi Palestina pun kembali ke pangkuan Islam, tentu setelah mereka mempecundangi Pasukan Salib Eropa. Begitu, sobat. Jadi Maulid nabi bukan dalil dbolehkannya pesta ultah. Keliru itu.

Yup, kita kembali ke soal pesta ultah ini. Jadi tahu dong sekarang bahwa pesta ultah itu bukan warisan Islam. Tapi warisan asing, alias ajaran di luar Islam. Lalu gimana kalo kita melakukannya? Berdosakah?

Hati-hati!
Nah, karena tradisi itu adalah tradisi orang-orang Eropa, yang saat itu berkembang ajaran Kristen, maka pesta ultah tentu saja merupakan tradisi kaum non-muslim. Kalo kita melakukannya? Dosa dong. Rasulullah saw. bersabda:"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dalam golongan mereka" [HR. Abu Dawud]

Dalam riwayat lain. Rasulullah saw. bersabda:"Kamu telah mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke dalam lubang biawak, kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?" (HR. Bukhari Muslim).

Waduh, berarti selama ini kita? Tepat, kita melakukan tradisi yang bukan berasal dari Islam. Dan tentu saja haram. Berdosa. Aduh, jangan sampe deh dilakukan lagi. Sadar dong sadar. Bukan kita sok suci nasihatin kamu, tapi ini demi kebaikan kita semua, kaum muslimin.

Oya, mungkin ada pertanyaan begini, "bolehkah merayakan ulang tahun dalam arti berdoa atau mendoakan agar yang berulang tahun selamat, sehat, takwa, panjang umur, dan seterusnya. Semua itu dilakukan dengan cara dan isi doa yang syar'i, tanpa upacara tiup lilin dan sebagainya seperti cara Barat, lalu dilanjutkan acara makan-makan. Bolehkah?"

Begini sobat, berdoa dan makan-makan adalah halal. Tetapi bila dilakukan pada hari seseorang berulang tahun, maka akan terkena hukum haram ber-tasayabbuh bil kuffar. Jadi di sini akan bertemu hukum haram dan halal. Dalam kondisi seperti ini wajib diutamakan yang haram daripada yang halal sebab kaidah syara' menyebutkan: "Idza ijtama'a al halaalu wal haraamu, ghalaba al haramu al halaala". Artinya, "jika bertemu halal dan haram (pada satu keadaan) maka yang haram mengalahkan yang halal (Kitab as-Sulam, Abdul Hamid Hakim)

Dengan demikian, jika merayakan ultah diartikan sebagai "berdoa dan makan-makan", dan dilaksanakan pada hari ultah, hukumnya haram, sesuai kaidah syar'i di atas. Akan tetapi jika dilaksanakan bukan pada hari ultah, maka hukumnya--wallahu a'lam bi ash shawab-- menurut pemahaman kami adalah mubah secara syar'i. Sebab hal itu tidak termasuk tasyabbuh bil kuffar karena yang dilakukan pada faktanya adalah "berdoa plus makan-makan", yang mana keduanya adalah boleh secara syar'i. Lagi pula hal itu dilakukan tidak pada hari ultah sehingga di sini tidak terjadi pertemuan halal dan haram sebagaimana kalau acara tersebut dilaksanakan pada hari ultah. Wallahu a'lam.

Oke deh, kalo kamu udah ngeh soal yang satu ini, maka kamu kudu menghentikan kebiasaan dan mengubah pandangan kamu tentang perayaan ulang tahun. Sebab, udah jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Padahal, kita kudu berpegang hanya kepada Islam. Bukan kepada ajaran yang lain. Allah Swt. Berfirman: "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (TQS ali Imr⮠[3]: 85)

Terus yang terpenting, kamu juga jangan asal gabres aja, alias main seruduk. Mentang-mentang sesuai hawa nafsu kamu, sesuai selera nafsu kamu, main ikuti aja tradisi itu. Apalagi dengan anggapan biar disebut gaul dan modern. Nggak boleh sayang. Allah Swt. berfirman: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya." (TQS al-Isr⧠ [17] : 36).

Rasullah saw. juga bersabda: Belum sempurna keimanan salah seorang di antara kalian, sebelum hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (al-Quran) (Hadis ke-41 dalam Hadits al-Arba'in karya Imam Nawawi)

Sobat muda muslim, sekarang tentu kamu jadi paham tentang masalah ultah ini. Udah jelas kan persoalannya? Yup, boleh dibilang, udah kentara perbedaan antara yang hitam dan yang putih. Nggak abu-abu lagi. Semoga saja kamu bener-bener paham.

Selain itu, apa cukup pantas kita menari di atas penderitaan orang lain. Masih banyak lho, saudara kita yang didera kemiskinan, jangan sampe kita menghamburkan duit. Untuk yang haram lagi. Wah, celaka dua belas ini mah!

Sobat muda muslim, ternyata kita selama ini terbiasa melakukan aktivitas yang justru bertentangan dengan Islam. Gaswat!
Mari jadikan hidup ini lebih hidup. So, hanya dengan mengenal, mencintai, dan mengamalkan Islam dalam kehidupan, kita bisa menikmati hidup ini dengan benar dan baik. Insya Allah. Mulai sekarang, lho. Jangan ditunda-tunda lagi. Jadi, ngaji yuk?!

_____________________________
leylya KAMILAH SOS3

MAN SUKAMANAH